LOGISTIK BERBASIS GEOSPASIAL

Sumber gambar: https://www.geospatialworld.net/blogs/role-of-4ir-and-geospatial-in-making-cities-smarter/
Sumber gambar: https://www.geospatialworld.net/blogs/role-of-4ir-and-geospatial-in-making-cities-smarter/

APA ITU LOGISTIK?

Jika mendengar kata ‘logistik’, kebanyakan orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata tersebut. Seperti pengiriman logistik, atau contoh lainnya BULOG atau kepanjangannya adalah Badan Urusan Logistik. Berdasarkan contoh tersebut sebagian dari kita mengartikan bahwa logistik merupakan suatu gudang atau penyimpanan, atau logistik merupakan suatu proses penyaluran barang.

Pada kenyataannya, logistik sendiri lebih dari sekedar penyimpanan atau penyaluran barang. Logistik merupakan aliran barang maupun jasa mulai dari sumbernya hingga sampai ke tujuan yang meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran barang atau jasa tersebut; termasuk juga informasi terkait titik asal sampai titik akhir penggunaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Hal-hal yang menjadi bagian dari aliran tersebut seperti penyimpanan (pergudangan), penyaluran (distribusi), manajemen persediaan (inventory) hingga pengiriman barang sampai kepada konsumen.

Secara sadar maupun tanpa sadar dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita melakukan aktivitas logistik. Aktivitas tersebut dapat berupa saat kita ingin mengirimkan barang ke luar kota, kita tidak perlu pergi jauh-jauh secara langsung ke kota tujuan kita melainkan kita bisa mengirimkannya melalui kurir pengiriman barang seperti JNE, TIKI, dan lainnya.

Contoh lain dari aktivitas logistik dapat juga dilihat dalam aktivitas suatu pabrik atau perusahaan. Perusahaan yang melakukan produksi barang umumnya memiliki aktivitas utama yaitu produksi dan pemasaran. Aktivitas produksi berhubungan dengan persediaan bahan baku, penyimpanan, serta pemeliharaan alat-alat produksi. Dalam aktivitas pemasaran, kegiatan yang berlangsung berupa penyimpanan, manajemen persediaan (inventory), serta pengiriman barang hingga sampai ke tangan konsumen.

Agar aliran logistik berjalan dengan efektif dan optimal, dibutuhkan sebuah perancangan yang baik dan jelas. Untuk dapat merancang suatu aliran logistik yang baik dan jelas dibutuhkan data yang aktual dan akurat. Untuk mendapatkan data yang aktual dan akurat inilah sehingga dibutuhkan adanya peran informasi geospasial.


GEOSPASIAL ADALAH...

Berdasar pada UU No.4 Tahun 2011 Tentang Informasi Geospasial Pasal 1-4, menerangkan bahwa spasial merupakan aspek keruangan suatu objek atau kejadian yang mencakup lokasi, letak, dan posisinya. Geospasial atau ruang kebumian merupakan suatu aspek keruangan yang menampilkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek maupun kejadian yang ada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam bentuk sistem koordinat tertentu. Keberadaan koordinat tersebut diharapkan akan mempermudah untuk menentukan suatu lokasi secara spesifik.

Suatu informasi akurat mengenai data geospasial yang tersedia akan membantu dalam menentukan keputusan yang efektif, efisien, optimal, dan komunikatif. Bentuk data geospasial yang banyak digunakan seperti garis pantai, rupa bumi, batas wilayah, transportasi, fasilitas umum (seperti luas/letak suatu lahan), dan beberapa data lainnya baik dalam bentuk peta digital, foto udara, citra satelit, tabel statistik, maupun bentuk dokumen lainnya. 

Informasi geospasial tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan suatu bisnis atau pabrik baru, untuk urusan logistik, membantu penanggulangan bencana alam, dan sebagainya. Dengan adanya pemetaan wilayah Indonesia yang baik dan akurat, maka berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan hidup, ekonomi, sosial, budaya, politik, tata ruang akan dapat diselesaikan dengan baik dan optimal.


LOGISTIK BERBASIS GEOSPASIAL

Pada masa kini, banyak perusahaan yang terus-menerus melakukan upaya untuk menurunkan biaya namun tetap berupaya untuk mempertahankan kualitas barang dan jasa yang diberikan (dikirim) kepada konsumen. Keberadaan data geospasial membantu perusahaan untuk meningkatkan jadwal pengiriman untuk melacak dan mempercepat proses pengiriman. Data geospasial juga membantu perusahaan dalam meningkatkan persediaan barang menjadi lebih efisien dengan melakukan pemetaan rute transit dan lokasi gudang yang dimiliki. Sehingga dengan tindakan tersebut, hasil yang akan diperoleh perusahaan adalah meningkatnya kepuasan dan produktivitas konsumen, menurunnya biaya operasional yang dikeluarkan.

Data geospasial juga membantu perusahaan atau suatu bisnis dalam menargetkan upaya ekspansi mereka guna mengembangkan bisnis yang dilakukan menjadi lebih efektif. Keberadaan data geospasial mempermudah suatu perusahaan untuk memperoleh informasi akan penggunaan lahan, kepadatan penduduk, kondisi geografis, pendapatan konsumen per kapita, pola lalu lintas, maupun kinerja bisnis disekitar tempat yang dituju. Informasi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan perusahaan untuk membuka tempat lokasi ritel atau gudang baru. Dengan menganalisis setiap data geospasial secara cermat, hal tersebut dapat menjadi suatu sumber daya yang berharga bagi suatu perusahaan untuk melakukan operasi yang lebih efisien ataupun melakukan perluasan bisnisnya.

Dalam suatu proses bisnis, mengeluarkan biaya operasional seminimum mungkin dengan kualitas yang tetap baik merupakan harapan hampir seluruh perusahaan. Dengan adanya bantuan informasi geospasial, contohnya dalam hal pendistribusian barang, terlebih dahulu perusahaan dapat melakukan pemetaan kondisi geografis dari tiap daerah yang akan dilalui selama proses distribusi. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui jalur mana yang merupakan jalur terbaik yang dapat dilalui dengan aman dengan biaya yang minimum.

Bagi pemerintahan, keberadaan data geospasial juga berperan penting guna untuk mengetahui informasi-informasi terkait geospasial sehingga mempermudah pemerintah dalam mengatur dan membentuk kebijakan-kebijakan seperti kebijakan yang terkait dengan distribusi bahan pangan maupun distribusi fasilitas kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. 

Terlebih lagi, pada saat seperti masa pandemi Covid-19 sekarang, dengan adanya pemetaan menggunakan data geospasial yang diperoleh pemerintah dapat mempermudah pemerintah untuk menjalankan distribusi bahan pangan dan fasilitas kesehatan; untuk memperoleh daerah mana yang menjadi zona merah, kuning, dan hijau; untuk mengetahui berbagai lokasi yang telah melakukan new normal dan daerah yang perlu ditangani lebih lanjut. Pemanfaatan data geospasial akan mempermudah pemerintah dalam menganalisis pemetaan pendapatan penduduk di suatu daerah, sehingga pemerintah akan lebih mudah dalam mengatur jumlah bahan pangan yang akan diberikan kepada keluarga kurang mampu di suatu tempat. Data geospasial juga mempermudah pemerintah dalam mendistribusikan fasilitas kesehatan, dengan melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi keberadaan rumah sakit atau puskesmas membuat pemerintah dapat dengan mudah mengetahui ada berapa jumlah rumah sakit atau puskesmas di suatu daerah. Dengan begitu, pemerintah dapat dengan lebih mudah untuk memperhitungkan berapa jumlah fasilitas kesehatan yang nantinya akan didistribusikan ke tiap daerah.

Salah satu tools yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh data pemetaan geospasial adalah sebuah tools yang disebut dengan geographical information system (GIS). GIS merupakan sebuah tools yang berguna dalam mengumpulkan data, menyimpan, menganalisis, dan merepresentasikan kembali kondisi-kondisi yang telah dikaji ulang sebelumnya dengan bantuan data atribut dan spasial.

Dengan memanfaatkan tools GIS, baik dunia industri maupun pemerintahan dapat lebih mudah dalam menjangkau informasi geospasial seperti mengenai kondisi geografis, informasi penggunaan lahan, kepadatan penduduk, dan sebagainya yang nantinya dapat membantu untuk mempermudah dalam melakukan proses logistik sehingga bisa berlangsung dengan efektif, efisien, dan optimal.

Untuk dapat memanfaatkan tools GIS dengan baik, dibutuhkan adanya sumber daya manusia yang mampu memahami logistik, manajemen logistik, maupun analisis spasial dengan baik. Untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memahami hal-hal tersebut, dibutuhkan adanya pelatihan dan pembelajaran yang dapat ditempuh melalui jenjang pendidikan tinggi di suatu universitas maupun institusi yang membagikan ilmu terkait dengan logistik dan geospasial.

Diharapkan dengan keberadaan SDM yang memahami logistik dan geospasial dengan jumlah yang mencukupi, nantinya dapat memanfaatkan keberadaan GIS dalam membantu suatu pengembangan atau pembangunan berkelanjutan baik dalam industri maupun pemerintahan sehingga menjadi lebih efektif, efisien dan optimal. Dengan adanya sistem ini dapat mempermudah dalam meningkatkan pemahaman mengenai konsep lokasi, ruang, kependudukan, dan unsur geografi lainnya yang ada di permukaan bumi. 


Referensi:
https://bpbd.bogorkab.go.id/

http://garuda.ristekbrin.go.id/




Komentar

  1. Informasi nya sangat rinci dan jelas,. Good Job.

    BalasHapus
  2. Artikel yang menarik, bermanfaat dan menambah wawasan

    BalasHapus
  3. Artikel nya bagus, memperluas wawasan tentang logistik berbasis geospasial.

    BalasHapus
  4. Wah, informasi yg menarik. Saya ingin bertanya analisis spasial itu yang seperti apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Cika. Terimakasih atas feedbacknya. Jadi, analiis spasial sendiri merupakan suatu teknik yang berperan penting dalam kegiatan GIS. Dimana dalam menerapkan analisis spasial yang dilakukan berupa suatu penelitian dan eksplorasi akan data-data spasial yang dibutuhkan (seperti data geografis, peta suatu daerah). Nantinya hasil dari analiis spasial tersebut bergantung pada objek yang bersangkutan (objek yang dianalisis)

      Hapus
  5. Informasi yang diberikan sangat bermanfaat. Sehingga kita lebih paham mengenai logistik berbasis geospal, dan juga bisa mengetahui tools yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh data pemetaan geospasial. Ditunggu artikel berikutnya yaaa.

    BalasHapus
  6. Kalau tidak salah, saya pernah membaca mengenai informasi geospasial yg dibedakan menjadi dua bagian, IGT dan IGD. Apasih perbedaan keduanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Keys. Terimakasih feedbacknya. Ya memang benar informasi geospasial secara umum dibedakan menjadi Informasi Geospasial Dasar (IGD) dan Informasi Geospasial Tematik (IGT). IGD sendiri berbicara mengenai suatu peta dasar yang menjadi pengambilan titik dasar/posisi dasar yang dibutuhkan untuk suatu analisis spasial. Sementara IGT berbicara mengenai berbagai macam tema peta sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. Contoh IGT: apabila kita membutuhkan informasi mengenai kehutanan di daerah Indonesia, maka yang kita butuhkan adalah informasi mengenai pemetaan hutan di Indonesia.

      Hapus
  7. Menurur saya pembahasan mengenai logistik dan geospasial ini sangat menarik untuk dibaca karena ini bisa dipakai dlm membuka suatu bisnis yg pastinya membutuhkan logistik. Tetapi saya masih kurang paham mengenai geospasial secara lebih dalam karena bahasanya yang terlalu berat. Jadi saran saya bisa memberi beberapa contoh kasus nyata yg bisa mengartikan apa itu geospasial dan apa pentingnya bila dikaitkan dengan logistik. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Nanda, terimakasih atas feedbacknya. Jadi geospasial sendiri itu merupakan suatu data dan informasi yang berkaitan dengan elemen-elemen lokasi. Baik lokasi yang dapat kita lihat di atas permukaan bumi, maupun di dalam permukaan bumi. Jadi, geospasial ini seperti sebuah peta namun menampilkan hal-hal yang lebih rinci daripada yang sekedar kita temukan di peta pada umumnya mengenai suatu lokasi.
      Apabila kita kaitkan dengan logistik, contohnya seperti suatu perusahaan yang ingin mengirimkan (mendistribusikan) produknya ke suatu lokasi kita sebut saja daerah X. Seperti yang kita ketahui, logistik sendiri merupakan aktivitas atau aliran yang menyalurakan barang atau jasa mulai dari sumber asalnya hingga ke tangan konsumen. Dalam menjalankan aktivitas pendistribusiannya, perusahaan pastinya akan mengupayakan untuk mengeluarkan biaya distribusi (pengiriman) seminimum mungkin. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan mengetahui peta lokasi dari daerah awal pengiriman hingga ke daerah X. Berdasarkan peta lokasi tersebut, perusahaan dapat mempelajari dan mengetahui bagaimana keadaan atau gambaran lingkungan yang akan ditembuh dalam perjalanan hingga sampai ke kota X. Sehingga dengan begitu perusahaan dapat mengatur dan menetapkan suatu keputusan mengenai jalur pengiriman yang akan ditempuh yang aman namun dengan biaya minimum.
      Dengan adanya data geospasial, perusahaan tersebut akan lebih mudah untuk mengetahui dan mengakses peta lokasi yang dibutuhkannya, dan membutuhkannya mempermudah dalam menentukan keputusannya.
      Kira-kira seperti itulah contoh peran dari geospasial dalam logistik.
      Semoga Nanda dapat memahaminya. :)

      Hapus
    2. Owhhh jadi seperti mencari rute mana yg terbaik dalam mengirim suatu barang yang nanti nya jd mempermudah pengiriman dn juga bisa meminimalisir biaya ya? Baiklah sudah paham.terima kasih atas penjelasannya

      Hapus
  8. Sangat menarik dan menambah wawasan. Terimakasih

    BalasHapus
  9. Terimakasih. Materinya sangat membantu

    BalasHapus
  10. Sangat bermanfaat,dan menambah wawasan saya👍🏻

    BalasHapus
  11. Terimakasih sudah memberikan artikel yang sangat bagus 😇

    BalasHapus
  12. Sangat membantu dan menambah wawasan. Artikel kerenzzz

    BalasHapus
  13. thank you buat karya tulisannya
    btw, bidang apa aja ya yg bisa dianalisis dengan metode ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Marudut terimakasih atas feedbacknya.
      Analisis spasial bisa dimanfaatkan untuk membantu di bidang kesehatan, bidang sosial, bidang pendidikan, pemerintahan dan lainnya.

      Hapus
  14. artikelnya sangat bagus dan sangat menambah wawasan saya. terus berkarya penulis...

    BalasHapus
  15. waahhh artikelnya sangat membantu kak..
    terimakasih-!!

    BalasHapus
  16. artikelnya sangat bermanfaat kak terima kasih-!!

    BalasHapus
  17. artikel yang sangat membantu, keren

    BalasHapus
  18. Thanks buat informasi tentang logistik berbasis geospasial ini thor. Sangat menambah pengetahuan saya tentunya thor. Ditunggu karya selanjutnya

    BalasHapus
  19. Informasi yang disampaikan sangat menarik dan mudah di mengerti.
    Saya tunggu untuk artikel selanjutnya ..
    Semangat autor

    BalasHapus
  20. Artikelnya sungguh bermanfaat, terimakasih telah berbagi informasii

    BalasHapus
  21. Sangat bermanfaat dan mudah dipahami
    Semangat terus! Ditunggu artikel selanjutnya

    BalasHapus
  22. Informatif sekali. Namun apakah data geospacial merupakan sumber informasi utama untuk mendukung aliran logistik? atau apakah ada faktor lain yang dapat mempengaruhinya? Terimakasih

    BalasHapus
  23. Bagus, terimakasih infonya. Saya jadi memahami, bahwa ada alat seperti GIS yang dapat membantu suatu perusahaan dalam mengatur urusan distribusinya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Project Management