Project Management
Halo semua, perkenalkan saya Yulindah Sandri Saragih salah satu mahasiswa
Jurusan Manajemen Rekayasa di Institut Teknologi Del. Disini saya akan berbagi
sedikit ilmu yang saya dapatkan selama saya mengambil mata kuliah Manajemen Proyek Rekayasa selama satu semester. Dibaca
sampai habis ya.
Sejak awal mata kuliah Manajemen Proyek Rekayasa, saya diperkenalkan dengan
istilah-istilah baru seperti manajemen proyek, proses manajemen proyek, elemen
pengelolaan proyek dan beberapa istilah lainnya. Kira-kira apa ya maksud dari
istilah-istilah tersebut?
Manajemen proyek dan proses manajemen proyek, apa itu?
Jadi, manajemen proyek merupakan penerapan pengetahuan, keterampilan,
alat, dan teknik dalam kegiatan proyek untuk dapat memenuhi kebutuhan proyek.
Pengaplikasian pengetahuan ini membutuhkan manajemen yang efektif dalam proses
manajemen proyek.
Sedangkan proses manajemen proyek atau project management
processes merupakan sekumpulan proses-proses yang akan memastikan
keefektifan setiap tahapan dalam proyek yang dikerjakan. Proses-proses ini
mencakup alat dan teknik yang terlibat dalam penerapan keterampilan dan
kemampuan yang telah dijelaskan dalam ilmu pengetahuan yang telah dipelajari.
Proses-proses dalam manajemen tersebut dijelaskan menjadi 5 bagian, sebagai
berikut ini:
- Initiating dalam tahapan ini,
dilakukan penentuan konseptualisasi dan kelayakan proyek. Beberapa
aktivitas yang harus dilakukan pada tahapan ini termasuk penentuan tujuan
proyek, penentuan ruang lingkup proyek dan pemangku kepentingan utama
dalam proyek, pengidentifikasian potensi risiko proyek, serta estimasi
anggaran dan jadwal proyek.
- Planning setelah melakukan inisiasi,
dilanjutkan dengan pembuatan cetak biru atau blueprint panduan
yang dapat memandu seluruh kerja proyek dari awal hingga selesai.
- Executing, pada tahapan ini manajer
proyek akan melengkapi atau mengadakan keseluruhan hal yang dibutuh dalam
proyek dan tim.
- Monitoring
and control pada tahapan ini, manajer proyek akan secara
teratur dan teliti dalam memastikan bahwa proyek berkembang dengan baik.
Dokumentasi seperti pengumpulan data dan laporan status proyek secara
lisan dan tertulis dapat digunakan.
- Closing, proses penutupan akan dilakukan
apabila hasil proyek sudah diproduksi dan para pemangku kepentingan telah
memvalidasi dan menyetujuinya. Selama fase ini, manajer proyek akan
menutup kontrak dengan pemasok, vendor, konsultan dan pihak-pihak lainnya.
Semua dokumentasi akan diarsipkan dan laporan proyek akhir akan
dihasilkan.
Apa saja sih elemen dalam pengelolaan proyek??
Menurut Project Management Body of Knowledge (PMBOK)
terdapat sembilan (9) elemen dalam pengelolaan proyek, kesembilan elemen
tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
1.
Project Integration Management
Manajemen integrasi
proyek mencakup proses dan kegiatan untuk mengidentifikasi, menetapkan,
menggabungkan, menyatukan, dan mengoordinasikan berbagai proses dan kegiatan
manajemen proyek dalam proses manajemen proyek. Manajemen integrasi proyek
terdiri dari tahapan sebagai berikut.
1.
Pengembangan project charter (dokumen mengenai proyek yang akan dijalankan)
2.
Pengembangan rencana manajemen proyek
3.
Mengarahkan dan mengelola proyek
4.
Memantau dan mengendalikan pekerjaan proyek
5.
Melakukan kontrol perubahan secara terintegrasi
6.
Penutupan proyek
2.
Project Scope Management
Manajemen ruang lingkup
proyek merupakan proses yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa proyek mencakup
seluruh pekerjaan yang diperlukan sehingga bisa menyeselaikan proyek dengan
sukses. Pengelolaan ruang lingkup proyek terutama ditentukan dengan
mendefinisikan dan mengendalikan apa yang termasuk dan tidak termasuk dalam
proyek. Beberapa bagian yang termasuk dalam manajemen ruang lingkup proyek
adalah sebagai berikut.
1.
Perencanaan manajemen ruang lingkup
2.
Pengumpulan pendapat stakeholder akan kebutuhan proyek
3.
Penentuan runag lingkup
4.
Pembentukan struktur kerja dalam scope kecil
5.
Melakukan validasi ruang lingkup
6.
Pemantauan dan pengontrolan ruang lingkup proyek
3.
Project Time Management
Manajemen waktu proyek
mencakup seluruh proses yang dibutuhkan untuk mengatur waktu penyelesaian
proyek. Yang termasuk dalam manajemen waktu proyek adalah sebagai berikut.
1.
Perencanaan manajemen jadwal untuk proyek
2.
Penentuan kegiatan
3.
Membentuk urutan kegiatan
4.
Melakukan perkiraan sumber daya kegiatan
5.
Melakukan perkiraan durasi kegiatan
6.
Pengembangan jadwal kegiatan
7.
Pengontrolan jadwal
4.
Project Cost Management
Manajemen biaya proyek
merupakan seluruh proses yang mencakup perencanaan (planning),
penaksiran (estimating), penganggaran (budgeting), pembiayaan (financing),
pendanaan (funding), pengelolaan (managing), dan pengontrolan (controlling)
biaya sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai anggaran yang disetujui. Dalam
pelaksanaannya, terdapat beberapa aktivitas utama yang dilakukan sebagai
berikut.
1.
Perencanaan manajemen biaya
2.
Memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan
3.
Penentuan anggaran untuk proyek
4.
Melakukan kontrol biaya dalam proyek
5.
Project Quality Management
Project quality
management atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai manajemen kualitas proyek
merupakan aktivitas yang mencakup seluruh proses yang dibutuhkan untuk
memastikan bahwa proyek yang dilakukan memberikan jaminan tentang kebijakan kualitas,
tujuan serta tanggung jawab dari pelaksanaan proyek sehingga proyek mampu
memenuhi kebutuhan yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya sendiri
manajemen kualitas proyek terdiri dari 3 aktivitas utama yaitu:
1.
Perencanaan kualitas hasil proyek
2.
Melakukan jaminan kualitas
3.
Melakukan kontrol kualitas
6.
Project Human Resource Management
Manajemen bagian ini
mencakup seluruh aspek pengelolaan sumber daya manusia, mulai dari perencanaan
sumber daya hingga cara memperoleh, mengembangkan, dan mengelola tim proyek.
Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa aktivitas utama yang dilakukan seperti berikut.
1.
Merencanakan manajemen sumber daya manusia
2.
Menentukan anggota tim proyek
3.
Pengembangan anggota tim (kemampuan, interaksi antar anggota dan lainnya)
4.
Mengatur tim proyek
7.
Project Communications Management
Manajemen komunikasi
proyek termasuk proses-proses yang diperlukan untuk memastikan perencanaan,
pengumpulan, pembuatan, distribusi, penyimpanan, pengambilan, manajemen,
kontrol, pemantauan proyek serta informasi mengenai proyek. Komunikasi yang
efektif sangatlah penting dalam proses manajemen proyek. Aktivitas-aktivitas
yang mencakup dalam pelaksanaan manajemen komunikasi adalah sebagai berikut.
1.
Perencanaan manajemen komunikasi
2.
Pengelolaan komunikasi
3.
Memantau dan mengontrol komunikasi agar tidak terjadi misunderstanding
dalam penyelesaian proyek
8.
Project Risk Management
Manajemen risiko proyek
mencakup proses-proses dalam melakukan perencanaan manajemen risiko,
identifikasi, analisis, perencanaan, dan pengendalian risiko pada suatu proyek.
Tujuan dari manajemen risiko proyek adalah untuk meningkatkan kemungkinan
dan dampak positif dari setiap kegiatan
dalam proyek dan mengurangi kemungkinan dan dampak negatif dari setiap kegiatan
dalam proyek. Beberapa aktivitas yang dilakukan ialah sebagai berikut.
1.
Perencanaan manajemen risiko
2.
Mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi
3.
Melakukan analisis kualitatif terhadap risiko yang ada
4.
Melakukan analisisi kuantitatif terhadap risiko yang ada
5.
Merencanakan respon untuk menghadapi risiko yang terjadi
6.
Pengontrolan risiko dan pengevaluasian efektivitas proses seluruh proyek
9.
Project Procurement Management
Manajemen pengadaan
proyek mencakup proses-proses yang dibutuhkan untuk membeli atau memperoleh
produk, layanan, atau hasil yang diperlukan dari luar tim proyek. Beberapa
aktivitas utama yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1.
Perencanaan manajemen pengadaan
2.
Melakukan pengadaan (produk, layanan, maupun hal lainnya dari luar proyek)
3.
Pengelolaan hubungan terhadap pihak yang menyediakan pengadaan bagi proyek
4.
Proses pengakhiran atau penyelesaian pengadaan proyek
Jadi kesimpulan yang bisa didapatkan berdasarkan penjelasan diatas adalah:
- Manajemen proyek merupakan penerapan pengetahuan, keterampilan, alat, dan teknik dalam kegiatan proyek untuk dapat memenuhi kebutuhan proyek.
- Proses manajemen proyek merupakan sekumpulan proses-proses yang akan memastikan keefektifan setiap tahapan dalam proyek yang dikerjakan. Terdiri dari 5 bagian yaitu initiating, planning, executing, monitoring and control, dan closing.
- Dalam pengelolaan proyek, terdapat sembilan elemen yaitu Project Integration Management, Scope Management, Time Management, Cost Management, Quality Management, Human Resource Management, Communications Management, Risk Management, dan Procurement Management.
Contoh sederhana penerapan manajemen proyek dapat kita lihat pada aktivitas
sehari-hari, seperti pada saat akan membeli peralatan masak, perlengkapan
rumah, membeli mobil, atau bahkan pada saat akan membeli rumah. Mari kita ambil
satu contoh mengenai aktivitas membeli perlengkapan rumah. Sebelum membeli
barang-barang yang kita butuhkan untuk rumah kita, ada baiknya lebih dahulu
kita melakukan penyusunan rencana mengenai barang apa yang kita butuhkan yang
nantinya akan kita beli. Kita perlu mengindetifikasi jenis barang yang akan
dibeli serta mengestimasi berapa kisaran harga yang akan dikeluarkan untuk
setiap barang, bisa dilakukan dengan mencari referensi harganya di situs
internet. Kemudian hasil identifikasi tersebut dituliskan pada sebuah catatan untuk
mempermudah kita dalam proses pencarian barang nantinya. Selain itu, kita juga
harus mengidentifikasi dimana barang-barang tersebut dapat kita peroleh, apakah
dalam satu toko yang sama seluruh barang dapat ditemukan atau berbeda tempat. Apabila
harus membelinya di toko yang berbeda, maka kita harus memastikan bahwa waktu
yang dibutuhkan untuk membeli barang tidak akan mengganggu aktivitas lain seperti
mengganggu jam kerja kita. Apabila kita telah menemukan barang yang kita
butuhkan, sangat perlu sekali kita melakukan pengecekan kualitas terhadap
barang tersebut. Apakah barangnya bagus? Apakah mutunya terjamin? Apakah harga
yang ditawarkan sesuai dengan kualitasnya? Hal ini harus dilakukan guna untuk
mengurangi risiko atau dampak negatif yang akan timbul setelah kita menggunakan
barang tersebut di rumah kita. Jika barang
yang dicari sudah sesuai dengan yang dibutuhkan serta harga dan kualitasnya
sudah pas, maka barulah kita bisa melakukan proses pembelian barang, dan
kemudian membawa barang tersebut kerumah kita, dan meletakannya sesuai dengan
rancangan dimana barang tersebut ingin kita letakkan.
Dengan menerapkan manajemen proyek yang tepat pada aktivitas sehari-hari
kita, kegiatan yang kita lakukan akan menjadi lebih teratur dan terkendali.
Nah, bagaimana? Apakah sekarang sudah cukup memahami mengenai beberapa
istilah baru yang berasal Manajemen Proyek Rekayasa?? Saya harap pembaca
sekalian sudah cukup paham ya dengan penjelasan diatas. Sampai sini dulu
penjelasan kali ini. Semoga hari pembaca semua menyenangkan. Terimakasih
semuanya.
Reference
Institute, P. M. (2013). A Guide
to The Project Management Body of Knowledge Fifth Edition. Pennsylvania:
Project Management Institute, Inc.
https://www.brighthubpm.com/certification/19525-an-overview-of-pmbok-nine-elements-of-project-management/
https://www.oxbridgeacademy.edu.za/courses/project-management/process/
https://www.projectmanager.com/blog/project-management-processes-phases
https://www.wakefly.com/blog/project-management-everyday-life/
https://www.brighthubpm.com/certification/19525-an-overview-of-pmbok-nine-elements-of-project-management/
https://www.oxbridgeacademy.edu.za/courses/project-management/process/
https://www.projectmanager.com/blog/project-management-processes-phases
https://www.wakefly.com/blog/project-management-everyday-life/


Wah menarik sekali, jadi dapat inspirasi
BalasHapusTerimakasih atas penjelasannya, penjelasan mimin sangat membantu
BalasHapusSangat menarik! Menambah wawasan
BalasHapusBagus sekali penjelasannya, sekarang saya sudah mengerti tentang project management
BalasHapusSangatt membantu saya. Tq
BalasHapusSaya jadi mengerti tentang hal di project management. Terima kasih min ini menambah wawasan saya
BalasHapusOke
BalasHapusSaya cukup memahami penjelasannya, cukup menarik.. Terima Kasih
BalasHapusPenjelasan nya cukup baik dan membuat saya paham tentang Manajemen Proyek Rekayasa
BalasHapusinformatif, Tingkatkan lagi
BalasHapusterima kasih atas informasinya kebetulan saya lagi membuat sebuah proyek tetapi saya kurang memahami apa saja yg perlu diperhatikan dan tahap tahap apa saja yg harus dilakukan atau dilalui bagi saya yg baru memulai sebuah proyek.
BalasHapusJadi, apakah setelah membaca tulisan saya teman sudah paham dan bisa memulai proyeknya??
Hapuswalau tidak bisa menyerap semua.karna banyak bahasa yg blm familiar bagi saya orng awam saya dapat menangkap inti dari pembahasan ini.tp saya ingin bertanya, apabila kita cuma melakukan beberapa bagian dr pembuatan proyek.misal kita telah memplanning sebuah proyek,sudah mencari bahan yg diperlukan ,prospek lingkungan sekitar dn apabila ingin meneliti lebh jauh seperti perizinan dll tp kita gk punya modal yg cukup untuk mengembangkan proyek.apakah bisa langsung memulai sambil perlahan2 mengurus tahap2 yg belum dilakukan . terima kasih
HapusHalo Nanda. Dari yang saya pahami selama saya belajar. Untuk memulai suatu proyek atau suatu bisnis atau usaha, adanya perizinan itu penting untuk dimiliki. Surat izin tersebut menjadi bukti bahwa proyek/bisnis/usaha yang sedang dijalankan itu adalah nyata, tidak fiktif, tidak ilegal, sah secara hukum. Dengan keberadaan surat izin, juga akan memberi banyak manfaat bagi proyek/bisnis/usaha yang sedang dijalankan, salah satunya kredibilitas proyek/bisnis/usaha menjadi meningkat. Oleh karena itu, dapat dilihat pada tulisan saya diatas proses manajemen dimulai dengan inisiasi proyek, dalam proses inisiasi ini, salah satu aktivitas penting yang harus dilakukan selain menentukan tujuan proyek, menentukan ruang lingkup proyek dan pemangku kepentingan utama dalam proyek, mengidentifikasi potensi risiko proyek, serta mengestimasi anggaran dan jadwal proyek adalah mengurus surat izin proyek. Apabila kita kekurangan biaya, inilah makanya diperlukan adanya proses penganggaran biaya, kalaupun ternyata selama berlangsungnya proyek/bisnis/usaha kita mengalami kekurangan biaya, dengan adanya perizinan yang dimiliki, akan lebih memudahkan kita untuk mencari dan mendapatkan bantuan dari luar proyek dikarenakan perizinan membuat proyek/bisnis/usaha kita itu sah secara hukum, sehingga orang akan lebih percaya dan berani dalam berinvestasi atau meminjamkan uang kepada kita.
HapusTerimaksih, semoga membantu:)
artikel nya bagus yaa, informatif sekali :)
BalasHapusTerimakasih atas Informasinya, sangat keren sekali 👍
BalasHapusMantab, menambah pengetahuan saya
BalasHapuswaah artikel yang sangat bermanfaat dan juga mudah dipahami
BalasHapusmanajemen ini dapat memberi solusi kebidang apa saja ya?
Wah menarik sekali, jadi dapat inspirasi
BalasHapusSangat menambah wawasan, mantappp
BalasHapusMenurut ku membahas manajemen proyek gak lengkap tanpa menyinggung tentang manager proyek.
BalasHapusMungkin bisa ditambahin dengan penjelasan manager proyek seperti tingkatan dan keterampilan yang harus dimiliki tiap-tiap lapisan level manajerial.
Karena fenomena sekarang orang berlomba-lomba mencapai level manajerial tanpa mempersiapkan kemampuan yang yang harus dimiliki oleh level manager tersebut 😄
Hai, Juniardi. Terimakasih atas masukannya ya.
HapusSangat informatif dan bermanfaat
BalasHapusTerimakasih Yulindah atas paparan informasinya mengenai manajemen proyek. Berhubung saya kurang lebih memahami yang saudari tuliskan, berkat beberapa bulan mengikuti pendidikan dengan jurusan yang terkait, walaupun tidak sempurna tapi saya telah mendapat gambaran dari betapa kompleksnya me-manajemen suatu proyek.
BalasHapusSekedar saran, mungkin boleh diperjelas beberapa kalimat yang menurut saya masih sulit dipahami seperti; "Melakukan kontrol perubahan secara terintegrasi", "Penutupan proyek", "Melakukan jaminan kualitas", dan sejenisnya. Terakhir mungkin saudari dapat lebih memperkaya informasi yang hendak dipaparkan melalui pengutipan beberapa sumber, sehingga kesan yang diperoleh bukan sekedar menarasikan kembali informasi.
Terimakasih atas masukannya:)
HapusWah! Sangat informatif dan inspiratif, dari sini saya dapat melihat bagaimana pengaplikasian manajemen proyek ini pada bidang saya sendiri :)) terimakasih informasinya!
BalasHapusTerimakasih atas informasinya, sangat membantu informasi nya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSelamat malam Yulindah, saya merasa tertarik membaca pemaparanmu mengenai Project Manager. Bagian per bagian dari Project Management kamu jelaskan dengan detail. Saya memiliki dua pertanyaan. Pertanyaan pertama sebagai sesama mahasiswa IT Del yang penuh dengan banyak proyek hehe dan juga pada kehidupan kita sehari-hari, apakah kita harus menerapkan Project Management dan bagian-bagiannya dalam pengerjaan proyek tersebut. Pertanyaan kedua. Kita berdua juga sudah pernah mengambil matakuliah Kewirausahaan alias Keteknowiraan. Menurut kamu, apakah Project Management juga harus diterapkan pada wirausaha yang sedang kita rancang, dan bagaimana cara kita dalam menerapkan Project Management pada kedua pertanyaan tersebut ? Berikut pertanyaan dari saya, lebih dan kurangnya saya harap kamu dapat memakluminya. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
BalasHapusmantep nih. bisa dijadiin panutan sebelum membeli skincare😂 thanks author sudah berbagi ilmunya!
BalasHapusartikel nya sangat menarik, kebetulan saya sedang mengerjakan proyek yang memerlukan kualitas tinggi dalam produk yang akan dikeluarkan. Saya ingin menanyakan tentang elemen yang terkait dalam pengelolaan proyek. dalam artikel anda, terdapat 9 elemen dalam pengelolaan proyek. nah, dalam ke9 elemen tersebut, ada ngga yang harus menjadi prioritas? atau urutan - urutan yang harus dilakukan terlebih dahulu dari ke9 elemen tersebut?
BalasHapusHai, Jhon.
HapusDari beberapa sumber yang saya baca, dari ke-9 elemen pengelolaan proyek terdapat empat pilar utama yang menjadi pemimpin kepada tujuan proyek secara spesifik. Keempat pilar tersebut ialah scope management, cost management, time management dan quality management.
Ternyata banyak hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah proyek, terima kasih informasinya, sangat bermanfaat buat saya.
BalasHapusWahhhh menarik sekali. Informasinya sangat bermanfaat. Terimakasih
BalasHapusAsik ya belajar manajemen proyek! Sangat bermanfaat di kemudian hari nih! Terima kasih informasinya yaa Yulindah! Tetap semangat!!!
BalasHapusBaik sekali buat siapapun yang membaca nya.karena kita jd lebih tau mengenai project management. Sangat membantu👍
BalasHapusArtikelnya mudah dipahamii,
BalasHapusTerimakasih telah membaginan informasi mengenai manajemen proyek..
Informasi yang disampaikan sangat edukatif, dengan mengikuti dan memperhatikan setiap tahap-tahap dalam manajemen proyek, akan membantu dalam pelaksanaan proyek yang sukses.
BalasHapusTerimakasih author sudah berbagi ilmunya
Artikel ini membuat saya lebih memahami tentang project management dimana setiap bagiannya dijelasakan dengan detail dan juga diberi contoh yang sangat dekat kehidupan sehari-hari. Terima kasih. Sangat menambah pengetahuan saya
BalasHapusArtikelnya membuat saya lebih memahami mengenai proyek manajemen dan tentunya sangat beemanfaat bagi kita akan memulai sebuah proyek, ditunggu next blog nya ya
BalasHapusSangat bermanfaat, Terimakasih informasinya. Ditunggu karya selanjutnya
BalasHapussangat menarik
BalasHapusBisa ngak diberi contoh dari salah satu elemen manajemen tersebut untuk dijadikan rekomendasi saran bagi pemerintah dalam menghadapi covid 19 ini?
BalasHapusTerimakasih buat tulisannya yulindah, hal ini mengingatkan saya kembali pada topik2 dlm tulisan ini ketika masa kuliah. Mungkin yulindah boleh menambahkan sebenarnya apasih proyek yg termasuk dlm tulisan dan apa yg tidak termasuk proyek, biar teman2 yg baru belajar bisa cpt paham jg, good job yulindah, kita tunggu tulisan berikutnya
BalasHapusTerimakasih atas sarannyaa:)
HapusHai yulindah, tulisan anda menarik dan menambah wawasan
BalasHapusWah. Bgs bgt. Semoga semakin byk lg hal2 baru yg menarik. Jd nambah ilmu👍💪
BalasHapusTidak menyangka, hal yang biasa dilakukan setiap harinya, dapat menjadi contoh implementasi yang baik dari manajemen proyekk...
BalasHapusGood job Yulindah !!
Keren kak
BalasHapusBagus sekali tulisannya, bahasanya mudah dipahami dan dimengerti.
BalasHapus